Peluang Bisnis Ice Cream Cone

Peluang Bisnis Ice Cream Cone
Peluang Bisnis Ice Cream Cone Bergabunglah menjadi mitra Resto Mesin di seluruh Indonesia.Peluang bisnis menguntungkan. Hubungi RestoMesin di: 0815 1922 0879 Samudra Wibowo ------- "Alhamdulillah, banyak kemudahan yang saya dapatkan selama menjadi mitra Resto Mesin, selain materi... Two thumbs " - Syarif Kupang, NTT 08133920### "Sejak berjualan Ice Cream 1 tahun lalu, saya tetap setia karena supportnya yang semakin baik dan margin keuntungan yang semakin menarik.....Erick Bandung 081317165### "Dalam waktu 8 bulan produk ICE CREAM kami menjadi produk unggulan artinya produk yang dapat merebut hati pelanggan" - Ibu Lia Kaltim 085247407### "Orang Biak Papau suka es Krim cone 1 tahun jualan sudah BEP" - Novi Biak Papua 08156585### "Sebelumnya bigung mau usaha apa... setelah baca blog ini langsung menjadi pengusaha ice cream hahahahaha... - Harahap Riau 0813659818## ====== AYO SIAPA LAGI MAU JAGI PENGUSAHA....

Selasa, 18 Maret 2008

tarif listrik naik

PLN Berlakukan Tarif Disinsentif



Jakarta (ANTARA News) - PT PLN (Persero) secara resmi memberlakukan program penghematan pemakaian listrik melalui pengenaan insentif dan disinsentif tarif mulai 1 Maret 2008.

Hal tersebut tercantum dalam pengumuman bernomor 02.PM/DIR/2008
tertanggal 29 Februari 2008 kepada seluruh pelanggan PLN yang
ditandatangani Direktur Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Sunggu Anwar Aritonang yang diperoleh di Jakarta, Minggu.

Dalam pengumuman tersebut disebutkan, program penghematan mengacu pada surat Menteri ESDM dengan nomor S.MEN 1128/20/MEM.S/2008 tertanggal 12 Februari 2008 dan surat Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen ESDM bernomor 628/20/600.3/2008 tertanggal 20 Februari 2008.

Sunggu belum dapat dikonfirmasi lebih jauh mengenai pengumuman
tersebut. Saat dihubungi melalui telepon selulernya, tidak diangkat.

Sementara, baik Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen ESDM J Purwono maupun Komisaris Utama PLN Al Hilal Hamdi enggan berkomentar.

"Coba tanya ke Dirut (Eddie Widiono, red) atau Direktur Niaga (Sunggu Aritonang)," kata Purwono.

Juru bicara PLN Ario Subijoko mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi melalui pengumuman di surat kabar nasional dan lokal dan beberapa kali melalui televisi.

"Program ini juga sudah berulang kali dirapatkan dengan Komisi VII DPR." katanya.

Melalui program penghematan tersebut, pelanggan akan mendapat insentif apabila berhemat sama atau lebih besar dari 20 persen dari pemakaian listrik rata-rata nasional tahun 2007.

Namun, jika pelanggan menggunakan listrik lebih dari 80 persen
rata-rata nasional, maka akan dikenakan tarif disinsentif.

Pemakaian listrik rata-rata nasional tahun 2007 sesuai data PLN adalah R1 450 VA sebesar 75 kWh, R1 900 VA 115 kWh, R1 1.300 VA 201 kWh, R1 2.200 VA 358 kWh, R2 650 kWh, dan R3 1.767 kWh.

Formula pemberian insentif adalah 20 persen dikalikan selisih
pemakaian rata-rata nasional dengan pemakaian pelanggan dikalikan tarif listrik.

Sedang, formula disinsentif adalah 1,6 dikalikan selisih pemakaian pelanggan dengan 80 persen pemakaian rata-rata nasional dikalikan tarif listrik.

PLN memperkirakan apabila pelanggan berhemat sebesar 20 persen maka akan terdapat penghematan BBM sebanyak 3,732 juta kiloliter per tahun atau setara dengan Rp18,66 triliun per tahun.

Namun, berdasarkan data PLN, lebih dari 90 persen pelanggan listrik golongan rumah tangga berpotensi terkena disinsentif berupa tambahan biaya rekening dalam program penghematan listrik.

Dari total pelanggan listrik rumah tangga sebesar 34,104 juta,
sebanyak 30,922 juta atau 90,67 persen di antaranya mengkonsumsi listrik di atas batas terendah tidak terkena disinsentif yakni 80 persen rata-rata pemakaian listrik nasional.

Hanya sebanyak 3,182 juta pelanggan rumah tangga atau 9,33 persen yang kemungkinan mendapat insentif berupa pengurangan biaya rekening listrik.

Data tersebut juga menunjukkan, dari 23,231 juta pelanggan di sistem kelistrikan Jawa dan Bali, hanya 12.116 atau 0,1 persen pelanggan rumah tangga yang kemungkinan mendapat insentif.
(*)

COPYRIGHT © 2008

Tidak ada komentar: